Pages

Senin, 29 April 2013

TULISAN 2 PEREKONOMIAN INDONESIA

UKM ONLINE

PENDAHULUAN
            UKM (Usaha Kecil Menegah) adalah suatu brntuk usaha kecil masyarakat yang pendirinya berdasarkan inisiatif seseorang. UKM sangat berperan dalam mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Indonesia. UKM dapat menyerap benyak tenaga kerja Indonesia yang masih mengaggur. Selain itu UKM meningkatkan pendapatan daerah maupun pendapatan negara Indonesia. Sekarang ini sudah banyak UKM berbasis online. Sebuah Studi dari McKinsey mengatakan pelaku UKM yang menggunakan tekhnologi online akan tumbuh dua kali lipat dari yang lain.
ISI
            Melalui Internet, pelaku UKM dapat meningkatkan produktivitas usahanya sebesar 10%. Namun di Indonesia ada dua tipe pelaku UKM. Bisnis UKM yang pertama yang memandang internet sebagai hal yang rumit untuk ditelusuri, mahal biayanya serta membutuhkan waktu lama untuk dipelajari. Kedua,  mereka yang memiliki pandangan bahwa dunia online adalah suatu yang positif. Apapun bisnis mereka, apakah itu untuk sarana promosi maupun channel alternatif.
            Mereka yang ada di tipe pertama jumlahnya banyak. Contohhnya jika kita lihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS), hanya ada 75.000 dari sekitar 17 juta UKM di Indonesia yang memiliki website. Mereka yang ada di tipe kedua punya pandangan positif terhadap dunia online, dan merekalah juaranya.
            Rendang Uni Farah adalah salah satu UKM berbasis online. Uni Farah menyediakan berbagai jenis rendang. Rendang daging, rendang daging tancabiak, rendang paru, rendang kentang, rendang ayam dan rendang pulut hitam.
  
PENUTUP
Tidak ada salahnya bagi UKM untuk mengembangkan usahanya dengan berbasis online. Sehingga tidak hanya masyarakat lokal yang tahu tentang usaha tersebut melainkan masyarakat dunia juga dapat mengetahuinya.
Daftar Pustaka
-http://the-marketeers.com/archives/majalah-marketeers-top-50-ukm-di-dunia-online.html
-http://rendangunifarah.com
-http://makalahusahakecilmenengah.blogspot.com/



Senin, 01 April 2013

TULISAN 1 PEREKONOMIAN INDONESIA


Nama    : RismaFerdaFathir
Kelas     : 1EB20
NPM     : 26212471


Era Industri Gelombang Ke-4 = Era IndustriEkonomiKreatif

PENDAHULUAN

            Alvin Toffler (1980) dalam teorinya membagi gelombang peradaban ekonomi kedalam beberapa gelombang. Gelombang pertama adalah gelombang ekonomi pertanian. Kedua, gelombang ekonomi industri. Ketiga adalah gelombang ekonomi informasi. Kemudian diprediksikan gelombang keempat yang merupakan gelombang ekonomi kreatif dengan berorientasi pada ide dan gagasan kreatif.   
Berawal di Inggris, ekonomi atau industry kreatif kini banyak di adopsi negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Dengan komposisi jumlah penduduk usia muda sekitar 43 persen, Indonesia memiliki basis sumber daya manusia cukup banyak bagi pengembangan ekonomi kreatif. Industri kreatif memang lahir dari generasi muda. Awalnya dimotori oleh Tony Blair pada tahun 1990. Saat itu ia tengah menjadi calon perdana menteri Inggris. Era 1990-an, kota-kota di Inggris mengalami penurunan produktivitas karena beralihnya pusat-pusat industry dan manufaktur ke negara-negara berkembang.
Negara berkembang menjadi pilihan karena menawarkan bahan baku, harga produksi dan jasa yang lebih murah. Menanggapi kondis iitu, Tony Blair dan New Labour Party mendirikan National Endowment for Science and the Art (NESTA) yang bertujuan untuk mendanai pengembangan bakat-bakat muda di Inggris.

ISI

Di Indonesia, EkonomiKreatif mulai terdengar saat pemerintah mencari cara untuk meningkatkan daya saing produk nasional dalam menghadapi pasar Internasional. Pemerintah melalui Departemen Perdaganan yang bekerjasama dengan Departemen Perindustrian dan kementerian Koperasidan Usaha Kecil Menengah (UKM) serta didukung oleh KADIN kemudian membentuk tim Indonesia Design Power 2006 2010 yang bertujuan untuk menempatkan produk Indonesia menjadi produk yang dapat diterima di pasar internasional namun tetap memiliki karakter bangsa.
             
Tempat-tempat dan kota-kota yang mampu menciptakan produk-produk baru inovatif dan tercepat akan menjadi pemenang di era ekonomi kreatif. Kita dapat melihat bagaimana perkembangan kota Solo dengan WisataKuliner, Pasar Seni/Barang Antik dan pertunjukan Seni berbasis Budaya, Kota Bandung dengan distro atau factory outletnya, Kota Jember dengan Jember Fashion Festivalnya   atau  bagaimana Kota Bangkok mengemas potensi wisata Chao Praya River.
Mengingat  peran ekonomi kreatif yang semakin meningkat bagi perekonomian suatu wilayah, utamanya terhadap pengembangan ekonomi berbasis UKM, maka tidaklah berlebihan bila  semakin banyak kota yang menjadikan ekonomi kreatif sebagai ujung tombak  dan katalisator pengembangan ekonomi daerahnya.

PENUTUP

Untuk menjadi pemenang di tengahpersaingan yang semakin ketat, menurut Florida (The Rise of Creative Class), kota-kota, daerah, dan provinsi harus lebih menumbuhkan "iklim orang-orang." Yang dimotori  oleh kaum muda, dengan  semangat inovasi dan kreatifitas, mampu berperan layaknya   Midas Touch,   memoles sesuatu yang “biasa”  menjadi “luarbiasa”. 
Dalam upaya merangsang pertumbuhan dan mempromosikan industri kreatif, pemerintah mengadakan program-program berskala besar seperti :
  1. Peluncuran Studi Pemetaan Kontribusi Industri Kreatif Indonesia pada ajang Trade Expo Indonesia
  2. Pencanangan Tahun Indonesia Kreatif tahun 2009
  3. Pekan Produk Kreatif 2009
  4. Pameran Ekonomi Kreatif
Daftar Pustaka
http://arifh.blogdetik.com/ekonomi-kreatif/
http://www.setkab.go.id/artikel-6693-.html                                                   
http://www.setkab.go.id/artikel-6693-.html
 
 
 

(c)2009 Risma Ferda Fathir's. Based in Wordpress by wpthemesfree Created by Templates for Blogger